4 Lengkapi bagan berikut : 5. Apa yang dimaksud dengan bilangan koefisien 6. Apa yang dimaksud dengan angka indeks 7. Diketahui rumus kimia sebagai berikut : 5 Al 2 O 3 a. Berapakah bilangan koefisiennya b. Sebutkan unsur yang ada dalam rumus kimia tersebut c. Manakah yang disebut angka indeks 8. Terangkan arti rumus kimia : a. Al 2 (SO 4) 3
Pengukuran – Pengukuran adalah bagian penting dalam pengamatan. Semua segala sesuatu objek dapat di ukur dengan satuannya masing-masing. Kita akan membahas pembahasan yang sangat menarik yaitu pengukuran mulai dari pengertian, rumus, table dan contoh, simak penjelasan berikut ini. Pengertian Pengukuran Tabel Contoh Soal Pengukuran Related posts Pengertian Pengukuran Pengertian pengukuran adalah kegiatan yang berhubungan dengan angka dan dapat di hitung. Mengukur adlaah kegiatan IPA yang paling mendasar. Misalnya kamu akan mendeskripsikan sesuatu pasti kamu akan menyertakan tibggi, lebar, berat, umur, masa dan masih banyak lagi. Segala sesuatu yang berhubungan dengan angka di sebut besaran. Mengukur adalah kegiatan yang membadingkan sesuatu besaran yang di ukur dengan sejenis yang di pakai sebagai satuan. Sebagai contoh misalnya kamu mengukur sebuah meja dengan jengkal tangan. Pertama kali kamu harus membandingkan antara jengkal tangan mu dengan meja kira-kira berapa jengkal hasil dari pengukuran penjang meja dengan jengkal. Candra, Nisa, dan Ilham mengkur sebuah meja berikut adalah hasilnya Candra 5 Jengkal Nisa 4,5 jengkal Ilham 4 jengkal Coba jelaskan kenapa hasilnya berbeda? Pernahkan kamu mendengar satuan baku dalam system internasional SI? Mungkin kalian juga pernah dengar centimeter, millimeter, kilogram, dan detik. Ilmuwan menggunakan system ukuran yang di kenal dengan system metrik. Tahun 1960 sistem metrik digunakan dan diresmikan sebagai system internasional. Penamaan ini berasal dari bahasa Prancis, Le Systeme Internationale d’Unites. Tabel Sistem Internasional lebih mudah digunakan karena disusun berdasarkan kelipatan bilangan 10, seperti ditunjukkan pada Tabel Penggunaan awalan di depan satuan dasar SI menunjukkan bilangan 10 berpangkat yang dipilih. Misalnya, awalan kilo berarti 103 atau Berarti, 1 kilometer berarti meter. Contoh lain, pembangkit listrik menghasilkan daya 500 Mwatt yang berarti sama dengan watt. Jadi, penulisan awalan menyederhanakan angka hasil pengukuran, sehingga mudah dikomunikasikan ke pihak lain. Pengukuran yang baik dan tepat memerlukan alat ukur yang sesuai. Contoh Soal Pengukuran Benda-benda langit terletak berjauhan satu dengan lainnya. Satuan yang di gunakan untuk menyatakan jarak benda langit adalah satuan astronimi SA dan tahun cahaya. 1 SA = jarak bumi dan matahari = 150 juta km 1 tahun cahaya =jarak tempuh cahaya selama satu tahun = 9,5 triliyun km Satuan Astronomi Jarak pluto dan bumi adalah juta km. berapa jarak tersebut dalam satuan astronomi? Pengertian Supply Chain Management SCM Menurut Para Ahli – Besaran dan satuan mikroorganisme Bakteri memiliki Panjang sampau 10 um. Virus memilki Panjang 100 nm. Berdasarkan data tersebut manakah yang berukuran lebih Panjang antara bakteri dan virus? Coba jelaskan? Terima kasih banyak yaa sudah membaca artikel kami. Semoga kalian mendapatkan apa yang kalian cari pada artikel ini. Salam hangat dari penulis Jika artikel kami sangat membantu kalian kami merasa senang sekali. Mari kita lebih giat lagi belajar agar kita mendapatkan apa yang kita mau. Terdapat kolom komentar di bawah, kalian dapat bertanya, memberi respon terkait artikel ini, dan bisa juga memberikan saran bagi penulis kami. Thank you so much, see you next artikel. “Sertakan Allah atas segala urusan mu” Referensi Penulis Wahono Widodo, Fida Rachmadiarti, dan Siti Nurul Hidayati.. Penerbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud Judul Sains – Studi dan Pengajaran Kelas VII Semester 1 Tahun 2017Ketikabergerak ke bawah subkelompok tabel periodik, keelektronegatifan unsur kimia berkurang, ketika bergerak ke kanan sepanjang periode, itu meningkat. Keelektronegatifan mencerminkan unsur non-logam: semakin tinggi nilai elektronegativitas, semakin banyak sifat non-logam unsur yang diungkapkan. Keadaan oksidasi Senyawa Tembaga II Tembaga dapat membentuk senyawa – senyawa dimana ia dapat berada pada bilangan oksidasi +1 atau +2. Dalam senyawa yang tembaganya memiliki bilngan oksidasi +2, sifat kimia larutan tembaga lebih dominan dipelajari. Dalam larutan berair, hampir semua senyawa garam tembagaII berwarna biru. Warna ini disebaban oleh adanya ion heksaaquatembagaII, [CuOH26]2+ dalam larutan. Warna berbeda terjadi pada senyawa garam temabagIIklorida. Cairan pekat dari senyawa tembagaIIklorida, memiliki warna hijau yang disebabkan oleh adanya ion kompleks yang memiliki bentuk planar seperti ion heksaklorokupratII, [CuCl4]2+. Ketika dilarutkan dalam air, warna larutan baru berubah menjadi biru. Perubahan warna ini disebabkan oleh terjadinya penggantian ion klorida pada senyawa kompleks dengan moleul air. warna biru itu disebabkan oleh adanya ion heksaaquatembagaII didalam larutan. Secara keseluruhan, perubahan ion kompleks yang mengankibatkan perubahan warna hijau menjadi biru digambarkan melalui reaksi berikut [CuCl4]2-aq + 6 H2Ol [CuOH26]2+aq + 4 Cl-aq Jika larutan amonia ditambahkan pada larutan ion tembagaII, warna biru dari ion kompleks heksaaquatembagaII akan digantikan oleh warna biru tua dari ion kompleks tetraaminotembagaII, [CuNH34]2+ yang memiliki bentuk segiempat planar. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut [CuOH26]2=aq + 4 NH3aq ==> [CuNH34]2+aq + 6 H2Ol Reaksi diatas memang tampak sederhana, karena kita menyederhanakannya dalam satu reaksi tunggal. Tetapi sebenarnya penggantian ligan air oleh amonia pada reaksi diatas berlangsung dalam beberapa tahap yang tidak akan diejalskan di sini. Penambahan ion hidroksidapada larutan ion tembagaII mengakibatkan pengendapan dari tembagaIIhidroksida, yang merupakan padatan seperti gelatin berwarna biru-hijau. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut Cu2+aq + 2OH-aq ==> CuOH2s Tetapi, jika kita panaskan larutan tersebut mengakibatkan senyawa hidroksidanya terdekomposisi menjadi senyawa tembagaIIoksida yang berwarna hiotam dan juga molekul air. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut CuOH2s ==> CuOs + H2ol TemabagIIhidroksida tidak larut dalam larutan basa, tetapi akan larut dalam larutan hidroksida pekat menghasilkan ion tetrahidroksokuptarII yang berwarna biru tua dengan rumus ion [CuOH4]2-sesuai dengan persamaan reaksi CuOH2s + 2 OH-aq ==> [CuOH4]2- aq Tembaga9IIhidroksida juga larut didalam larutan amonia menghasilkan ion tetraaminatembagaII CuOH2s + 4 NH3aq [CuNH34]2+aq + 2OH-aq Hampir untuk semua ligan, bilangan oksidasi +2 dari tembaga secara termodinamika lebih stabil, walaupun untuk ligan yang mereduksi, seperti iodida, akan mereduksi tembagaII menjadi tembaga9I sesuai dengan persamaan reaksi 2 Cu2+aq + 4I-aq ==> 2 Cus + I2aq Senyawa Tembaga I Walaupun logam tembaga tidaklah logam yang reaktif, tetapi ia bisa bereaksi dengan asam asam pekat. Khususnya, tembaga bereaksi dengan asam klorida yang mendidih menghasilkan larutan tidak berwarna dan gas hidrogen. Reaksi yang terjadi ini sangat mengejutkan, karena sebenarnya asam klorida bukanlah zat pengoksidasi yang kuat seperti asam nitrat. Ion tembagaI terbentuk dalam reaksi oksidasi yang secara cepat akan membentuk kompleks dengan ion klorida menghasilkan ion kompleks diklorokupratI yang tidak berwarna. Ion kompleks ini memiliki rumus kimia [CuCl2]-. Reaksi yang terjadi adalah reaksi kesetimbangan sebagai berikut 2 Cus + 2 H+aq 2Cu2+aq + H2g Cu+aq + 2 Cl-aq []-aq Ketika larutan ini dicampurkan ke dalam air destilasi yang bebas udara terlarut, tembaga Iklorida akan mengendap sebagai padatan berwarna putih [CuCl2]-aq ==> CuClS + Cl-aq Endapan yang terbentuk harus segera dipisahkan, disimpan dalam wadah yang tidak memungkinkan terkontaknya zat dengan udara. Hal ini disebabkan karena campuran udara dengan uap air akan mengoksidasi senyawa senyawa tembaga II. Dalam ilmu kimia organik, ion diklorocuprat digunakan untuk mengubah benzena diazonium klorida menjadi clorobenzena dalam suatu reaksi yang dikenal dengan nama reaksi Sandmeyer. [C6H5N2]Claq ==> C6H5Cll + N2g Biasanya, senyawa – senyawa tembagaI adalah tidak berwarna atau berwarna putih. Hal ini disebabkan karena ion tembaga memiliki konfigurasi elektron d10. Karena semua orbital d sudah terisis penuh oleh elektron, mengakibatkan tidak ada kemungkinan terjadinya transisi elektron yang dapat menyerap cahaya tampak untuk memunculkan warna pada senyawa. Dalam larutan berair, ion hidrat tembaga I tidak stabil dan cenderung mengalami reaksi disproporsionasi menjadi ion tebagaII. 2 Cu+aq Cu2+aq + Cus Lengkapitabel berikut N o Rumus Kimia Nama Kimia a CoNO 3 2 b Natrium. Lengkapi tabel berikut n o rumus kimia nama kimia a. School San Jose State University; Course Title CHEM 160; Uploaded By DrSquid958. Pages 33 This preview shows page 6 - 9 out of 33 pages. Senyawa ionik merupakan senyawa yang terbentuk dari kation dan anion. Senyawa ionik terdiri dari senyawa ionik biner terdiri dari 2 unsur dan senyawa ionik poliatom lebih dari 2 unsur. Senyawa termasuk senyawa ionik biner dengan kation golongan utama golongan A. Tata nama senyawa ionik biner kation golongan utama yaitu Indeks atom tidak disebutkan Unsur logam ditulis terlebih dahulu Unsur non logam diberi akhiran “ida” Pada senyawa , ion memiliki nama kalsium dan termasuk golongan IIA, sementara ion memiliki nama ion klorida sehingga nama dari senyawa adalah kalsium klorida. Jadi, jawaban yang benar adalah B. Lengkapitabel berikut! Q' Q. 'Ainillana. Master Teacher. Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta. Jawaban terverifikasi. Pembahasan. Tidak ada senyawa dengan rumus kimia tersebut. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang hanya terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Senyawa hidrokarbon diklasifikasikan menjadi alkana, alkena, dan
Kelas X 19 Februari 2018 0 Tabel Kation Bermuatan +1Tabel Anion Bermuatan -1Tabel Kation Bermuatan +2Tabel Anion Bermuatan -2Tabel Kation Bermuatan +3Tabel Anion Bermuatan -3Tabel Kation Bermuatan +4Pelajari Juga Tabel Kation dan Anion Kimia Bermuatan 1Tabel Kation Bermuatan + I ITabel Anion Bermuatan Kation dan Anion Kimia Bermuatan 2Tabel Kation Bermuatan + II II II II II IITabel Anion Bermuatan Kation dan Anion Kimia Bermuatan 3Tabel Kation Bermuatan + III III IIITabel Anion Bermuatan Kation Bermuatan + IV IV IVPelajari Juga Tata Nama Senyawa Ion 20 Rumus Kimia dan Nama Senyawa Yang Terbentuk dari Kation dan Anion Penyebab Adanya Ion dalam Larutan Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Unsur dalam Senyawa atau Ion 10 Contoh Ikatan Ion MATERI TERKAIT... Tags aniondaftar senyawa ionkationkation dan anionlogammacam macam anionnama senyawanon logamrumus kimiasenyawa kimiatabel kation anion poliatomiktata nama senyawaJati HarmokoSemua orang hidup terikat dan bergantung pada pengetahuan atau persepsinya sendiri, itulah kenyataan. Tetapi pengetahuan atau persepsi itu adalah sesuatu yang samar. Bisa saja kenyataan itu hanya ilusi, semua orang hidup dalam asumsi.
Salintabel berikut dan lengkapi ! - 15053196 nayla783 nayla783 27.03.2018 Kimia Sekolah Menengah Atas terjawab • terverifikasi oleh ahli Salin tabel berikut dan lengkapi ! rumus senyawa, Kation,Anion dan nama senyawa 1 Lihat jawaban chemicalromance chemicalromance ¤ Na2O = natrium oksida kation => Na^+ anion => O^2-¤ CaCl2 = kalsium kloridaFisik dan Analisis Kelas 12 SMAReaksi Redoks dan Sel ElektrokimiaSel ElektrolisisLarutan CuCl2 Ar Cu=63,5 g mol^-1 di- elektrolisis menggunakan elektrode C dengan arus sebesar 5 ampere selama 30 menit. Logam Cu yang diendapkan di katode sebanyak ....Sel ElektrolisisReaksi Redoks dan Sel ElektrokimiaKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0231Pada elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektrode Pt , dia...0242Pada proses elektrolisis larutan NaCl dengan elektrode ka...Teks videoHalo Google lens disini terdapat larutan cucl2 yang dielektrolisis menggunakan elektroda c menggunakan Arus sebesar 5 ampere selama 30 menit kita diminta untuk menentukan Berapa banyak logam Cu yang diendapkan pada katoda Untuk itu kita harus menentukan Bagaimana reaksi yang terjadi pada katoda karena jenis ini merupakan sel elektrolisis maka aturan yang berlaku adalah sebagai berikut Reaksi yang terjadi pada katoda bergantung pada kation nya karena di sini gantian nya adalah CO2 + yang mana bukan merupakan golongan 1A 2A ataupun a l dan m n maka disini Terjadi reaksi reduksi dari kation Cu 2 + sehingga reaksi yang berjalan adalah sebagai berikut 2 elektron + 12 menjadi Cu padatan Nah disini sel elektrolisis adalah sel yang mana menggunakan energi listrik untuk menjalankan suatu reaksi kimia nah disini akan berlaku hukum Faraday 1 yang mana bahwa massa zat akan yang akan diendapkan atau dilarutkan akan sebanding dengan muatan yang dilewatkan dalam sel dan massa ekivalen zat tersebut nah disini kita. Tuliskan ulang Reaksi yang terjadi pada katoda terus kemudian kita Tuliskan apa yang kita ketahui dalam soal seperti air kemudian waktu yang telah menjadi sekon kemudian arus listriknya dan F yang mana disini F akan sama dengan per mol disini merupakan tatap-tatapan tetap Nah di sini dari hukum dari Faraday 1 hukum Faraday 1. Apabila kita Tuliskan secara matematis akan sebagai berikut. jumlah zat yang diendapkan atau massanya disini akan sebanding dengan Q atau muatan yang dilewatkan nasi hingga disini kita dapat menentukan Q dari reaksi yang kita jalankan Di mana Ki akan sama dengan phi * t sehingga disini dapat kita tentukan bahwa dia adalah Kemudian dari situ kita dapat menghitung mol elektron yang mana mol elektron akan sama dengan kiper F sehingga disini mol elektron yang didapatkan adalah 0,093 Nah di sini yang dihitung adalah mol elektron karena dalam suatu reaksi elektrolisis yang bertindak sebagai penentu adalah Jumlah elektronnya sehingga elektron nya yaitu 0,093 mol kemudian setelah kita ketahui jumlah mol elektron yang ada sehingga dapat kita hitung mol Cu kita hasilkan di mana Mau makan = setengah dari mol elektron sehingga didapatkan bahwa mol Cu adalah 0,047 mol dari sini dapat kita hitung massa dari Cu yaitu mol X Ar = 0,047 X 63,5 dan dapatkan bahwa massa c yang kita dapatkan adalah 2 koma 96 gram jawaban yang tepat adalah jawaban B Terima kasih sampai jumpa pada soal selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
HANDOUTKIMIA KELAS X (RPL DAN TKJ) SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Ruang lingkup: Materi dan Perubahannya Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Ikatan Kimia Konsep Mol Hukum-Hukum Dasar Kimia Senyawa Hidrokarbon (ALKANA) SMK NEGERI 1 KEPANJEN Jln Raya Kedung Pedaringan Tlp. (0341) 377 f I. MATERI DAN