HargaRp 165.000: Kereta api Gaya baru malam selatan, Surabau Gubeng - Pasar senen: Harga Rp 104.000: Kereta api Kutojaya Utara, Kutoarjo - Pasar senen: Harga Rp 125.000: Kereta api brantas, Kediri - Pasar senen: Harga Rp 84.000: Kereta api Tawang Jaya, Semarang poncol - Pasar senen: Harga Rp 130.000: Kereta api Tawang alun, Malang - Banyuwangi
Berawal dari cuitan salah satu netizen yang mempersoalkan mahalnya harga makanan di kereta api, saya jadi teringat pengalaman saya. Dalam beberapa kali kesempatan, saya memang memilih kereta api sebagai moda transportasi. Meskipun, saya akui saya menghindari membeli makanan di dalam gerbong. Simpel. Saya haqqul yaqin harga makanan-makanan itu pasti saya nggak cocok sama makanan mahal. Dompet saya yang nggak cocok, maksudnya. Semacam ada perasaan bersalah kalau makan makanan yang harganya ke soal makanan di kereta. Sebetulnya, rumus umum perihal makanan kan gini makanan di fasilitas umum sama dengan mahal. Titik. Dan berhubung kereta api itu termasuk dalam fasilitas umum, ya bisa dipastikan makanan di kereta api itu mahal. Nggak usah di kereta api, deh. Di waterboom aja harga Pop Mie bisa nyampe 15 ribu. Kalau mau ditelusuri salah siapa, mungkin ini salah Sunda dihindari seperti apapun, dasarnya saya ini gampang penasaran, muncullah rasa pengin icip-icip makanan di kereta. Alhasil suatu ketika saat kembali lagi naik kereta, saya pesan nasi goreng ke mbak pramugari yang kebetulan melintas. Coba tebak berapa harganya? Rp35 ribu, Gaes… kan kan kan. Apa saya bilang. Mahal, kan??? Tapi, saya nggak lantas ngetwit dan melayangkan protes, tuh. Saya nikmati saja nasi goreng 35 ribu itu. Lumayan kok rasanya. Porsinya aja yang terlalu kenangan tentang nasi goreng seharga Rp35 ribu, kereta api juga mengingatkan saya tentang bakul pecel yang dulu dengan santainya nglemprak meracik sayuran dan bumbu kacang. Iya… bakul pecel ada di dalam kereta. Bukan lagi travelling, Sob. Dia emang lagi jualan. Sesuatu yang rasanya bakal disambut dengan ngakak manakala diceritakan ke cucu kita, 15 atau 20 tahun lagi. Lha gimana, ada bakul pecel jualan di dalam kereta, gitu loh!Yap. Kereta api, pada masa lalu memang pernah menjadi ladang usaha bagi pedagang asongan. Mereka dengan bebasnya naik dan turun setiap kali kereta berhenti di stasiun. Tanpa tiket. Tanpa diusir. Pokoknya kalau kereta berhenti untuk transit, siap-siap saja gerbong yang sesak menjadi tambah sesak karena kehadiran mereka. Ada yang jual pecel, kacang godog, gorengan, minuman, macem-macem lah. Bukan cuma pedagang asongan. Pengamen juga bebas masuk gerbong. Wis pokoknya duduk di kereta masa itu sudah kayak duduk di pinggir alun-alun. Banyak pedagang plus pengamen pating saya tidak tahu persis berapa harga makanan yang ditawarkan kala itu, tapi sepertinya tidak terlalu berbeda dengan harga di luar. Buktinya tukang pecel itu tadi, yang nglemprak tidak jauh dari bangku saya. Tangannya begitu cekatan melayani pembeli. Kalau harganya mahal, tentulah tidak banyak orang yang membeli pecel yang dia apakah itu berarti sudah saatnya mengeluarkan jargon, “Esih penak jamanku, tho???”Eits, tunggu dulu. Sekalipun saat itu makanan yang ditawarkan lebih variatif dan harganya juga terjangkau, bukan berarti lebih “kepenak”. Sungguh, kereta api dalam benak saya yang kala itu masih SD bukanlah tempat yang menyenangkan. Pertama masuk ke stasiun saja sudah bikin ilfeel. Calo-calo datang menyambut dengan setengah memaksa. Pun ketika akan naik gerbong. Ya Lord… berdesak-desakan, Cuy! Penderitaan belum berakhir. Di dalam gerbong pun, rasa nyaman itu tidak ada. Panas, pengap, bau makanan, dan bau keringat penumpang lain campur jadi satu. Alhasil sepanjang jalan, tangan nggak bisa lepas dari kipas tangan. Jika saya disuruh memilih, jelas saya lebih memilih kereta api di zaman sekarang. Nyaman, adem, bisa pilih tempat duduk, nggak ada pedagang ataupun pengamen yang pating sliwer. Bisa tidur sepanjang perjalanan tanpa rasa was-was barang hilang. Sesuatu yang sangat berharga bagi saya, si tukang tidur spesialisasi kendaraan umum. Perkara makanan di kereta yang disediakan mahal harganya, ah, itu kan bisa disiasati. Mbok jadi orang itu yang rada “solutip”.Bawa bekal dari rumah atau beli makanan kebangsaan di stasiun alias Roti O kan bisa. Gitu aja kok repot. Kalau nggak bawa bekal dan terpaksa beli makanan di kereta ya sudah terima saja harga yang mereka berikan dengan porsi yang juga mereka JUGA Ngasih Beragam Bahan Tambahan pada Mi Instan Adalah Bentuk Penistaan atau artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita Mojok merupakan platform User Generated Content UGC untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di diperbarui pada 5 November 2020 oleh Ajeng Rizka
popmie kuah kari ayam chicken curry noodle popmie 75gr dus isi 24pcs kuah rasa ayam : rp 112,300: pop mie kuah rasa baso beef noodle soup popmie 75gr dus isi 24pcs kuah rasa baso: rp 112,300: pop mie kuah rasa soto ayam + serbuk koya 77gr popmie noodle soup 1 dus isi 24 kuah kari ayam : rp 112,300: ottogi wheat noodle 1-5 kg: rp 108,000
DaftarHarga Tiket Kereta Api Ekonomi Online 2022. Salah satu alat transportasi darat yang cepat dengan harga yang eknomis itu adalah kereta api ekonomi, dengan berbagai penawaran yang sangat menarik baik dari harga tiketnya maupun dari fasilitas yang teresdia di setiap gerbong kereta api kelas ekonomi tersebut, sehingga dapat memberikan kepuasan
HargaTiket Kereta Api Ekonomi AC - Kereta api hingga saat ini masih menjadi transportasi umum favorit masyarakat di tanah air karena mempunyai banyak kelebihan bila dibandingkan dengan transportasi darat lainnya.Dengan memilih kereta api Anda akan terbebas dari kemacetan, tidak akan bosan walaupun harus menempuh perjalanan panjang karena dapat berjalan-jalan di dalam kereta, dan dapat
2 Ekonomi 80 Seat. Kereta ekonomi dengan jenis 80 seat ini memiliki model kursi long seat yang digunakan oleh kereta api komersial, disusun 2-2 saling berhadapan. Kelas ekonomi 80 seat memiliki AC central, di atasnya memiliki sekat besi untuk menyimpan barang bawaan. Kereta ini berada di Jayabaya, Bogowonto, Gajahwong dan Jakatingkir.
Sebagaicontoh, kereta api ekonomi dan kereta api komersil memiliki menu makanan yang sama. Namun, lauk dan harga makanan di kereta api ekonomi dan kereta api komersil juga berbeda. Selengkapnya, simak daftar menu makanan dan minuman di KAI yang disampaikan langsung oleh Eva kepada Selasa (28/9/2021) berikut ini.
Kerennih tp skrg kereta walo ekonomi di tiket ada nomer tempat duduk dan gerbong ke berapa tambahan lagi walaupun ekonomi tapi ac nya adeeemmmm 26-10-2013 0959. KA Progo memiliki 2 kereta dengan jadwal berbeda yakni KA 307 dan KA 308. Harga Ekonomi Kereta Api. Kecepatan kereta Progo berkisar antara 50 90 km per jam. Tips Memilih Tempat
KeretaKelas Ekonomi. Kereta api kelas ekonomi biasanya mempunyai kapasitas penumpang yang paling banyak, yaitu 80 sampai 106 penumpang. Salah satu perbedaan yang terlihat antara kereta ekonomi dengan kelas lainnya adalah format dan bentuk kursi. Format duduk kereta api ekonomi biasanya berhadapan 2-3 atau 3-3, tergantung dari keretanya.
j2aIdK. j7d4t2g489.pages.dev/141j7d4t2g489.pages.dev/61j7d4t2g489.pages.dev/31j7d4t2g489.pages.dev/143j7d4t2g489.pages.dev/348j7d4t2g489.pages.dev/391j7d4t2g489.pages.dev/216j7d4t2g489.pages.dev/352
harga pop mie di kereta ekonomi